KALIANDA, CAKRAWALA POST — Kinerja penerimaan pajak daerah Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan tren positif yang sangat signifikan pada tahun anggaran 2026.
Hingga 27 Juli 2026, realisasi penerimaan pajak daerah telah menembus angka 63,29 persen atau setara dengan Rp166.384.920.369 dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp262.900.218.100.
Capaian progresif ini menjadi indikator kuat bahwa berbagai langkah strategis dan upaya optimalisasi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) berjalan sangat efektif.
Memasuki pertengahan tahun anggaran, realisasi pendapatan pajak daerah tercatat sukses melampaui target capaian semester pertama.
Dengan hasil positif tersebut, BPPRD Lampung Selatan memiliki ruang gerak dan optimisme yang memadai untuk mengejar sisa target hingga penutupan tahun anggaran.
Dari total target tahunan, kini tersisa sekitar Rp96,5 miliar yang akan direalisasikan dalam kurun waktu lima bulan ke depan, terhitung mulai Agustus hingga Desember 2026.
Kepala BPPRD Kabupaten Lampung Selatan, Iwan Chandra Gautama, menyampaikan rasa optimisnya bahwa target penerimaan pajak daerah tahun 2026 dapat dituntaskan secara optimal sesuai dengan penetapan pemerintah daerah.
Menurutnya, amanah target ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran instansi.
“Kami tidak hanya berfokus pada pencapaian target penerimaan, tetapi juga berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pajak daerah merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan. Karena itu, kami akan terus bekerja secara maksimal agar potensi pajak dapat tergali secara optimal,” tegas Iwan, baru baru ini kepada Wartawan diruang kerjanya.
Optimisme tersebut didasari oleh rekam jejak peningkatan target yang progresif. Pada tahun anggaran 2025, target pajak daerah Kabupaten Lampung Selatan berada pada kisaran Rp250 miliar.
Sementara pada tahun 2026, target tersebut dinaikkan sebesar Rp12 miliar menjadi Rp262,9 miliar. Peningkatan target ini dipandang bukan sebagai beban, melainkan sebagai tantangan sekaligus motivasi untuk memperkuat efektivitas pengelolaan pendapatan daerah melalui strategi yang adaptif dan inovatif.
Untuk mencapai sisa target di semester kedua, BPPRD memperkuat sejumlah fokus strategi:
- Peluasan Edukasi & Sosialisasi: Meningkatkan kesadaran dan pemahaman wajib pajak secara berkelanjutan.
- Inovasi Pelayanan Perpajakan: Mempermudah prosedur dan mempercepat layanan administrasi pemungutan pajak maupun retribusi.
- Jemput Bola Potensi Daerah: Melakukan terobosan langsung dalam menggali dan mengoptimalkan sektor-sektor potensi pendapatan baru.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menilai keberhasilan menembus angka 63,29 persen di pertengahan tahun merupakan buah dari sinergi lintas pihak dalam memaksimalkan potensi pendapatan daerah.
Supriyanto menegaskan, pencapaian ini tidak terlepas dari arahan strategis dan komitmen kuat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang secara konsisten mendorong terobosan baru dalam optimalisasi pendapatan daerah, termasuk penguatan inovasi layanan publik.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Berkat arahan dan dorongan Bapak Bupati, optimalisasi potensi pajak daerah terus kami lakukan, diiringi berbagai inovasi pelayanan agar masyarakat semakin mudah dalam memenuhi kewajiban perpajakannya,” ujar Supriyanto.
Ia menambahkan, Pemkab Lampung Selatan akan terus memperkuat sistem pelayanan perpajakan yang mudah, cepat, dan transparan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Di akhir keterangannya, Sekda menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat serta para pelaku usaha yang telah disiplin melunasi kewajiban perpajakannya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh wajib pajak yang telah menunjukkan kepatuhan dan kesadarannya dalam membayar pajak daerah. Kontribusi ini merupakan bentuk partisipasi nyata masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.
Dengan modal kepatuhan masyarakat, sinergi kepemimpinan, serta kesiapan strategi BPPRD, Pemkab Lampung Selatan optimistis target akhir tahun Rp262,9 miliar dapat direalisasikan secara utuh demi akselerasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Tim)








