LAMPUNG SELATAN — Batik bukan sekadar kain bermotif. Di balik setiap goresan canting, tersimpan jejak sejarah, nilai budaya, kreativitas, sekaligus identitas bangsa Indonesia.
Pesan tersebut menjadi bagian dari semangat peringatan Hari Batik Nasional 2026 yang diperingati setiap 2 Oktober. Momentum ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa batik merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga, dikenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Selatan, Ir. Aryan Saruhian, S.P., M.E., IPU., turut menyampaikan ucapan selamat Hari Batik Nasional 2026.
“Batik warisan budaya, jati diri bangsa, untuk Indonesia maju.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak berhenti pada penggunaan batik dalam kegiatan resmi. Lebih jauh, batik merupakan bagian dari identitas Indonesia yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, kreativitas, dan keberagaman daerah.
Hari Batik Nasional sendiri diperingati setiap 2 Oktober setelah batik Indonesia memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya takbenda. Pemerintah kemudian menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009.
Bagi daerah, keberadaan batik juga dapat dipandang sebagai bagian dari potensi ekonomi kreatif. Di dalamnya terdapat peran pengrajin, pelaku usaha, desainer, hingga generasi muda yang menjadi mata rantai penting agar tradisi membatik tidak berhenti pada satu generasi.
Aryan Saruhian sendiri dalam kapasitasnya sebagai Kepala Bappeda Lampung Selatan memiliki peran dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Dalam sejumlah agenda perencanaan, ia menekankan pentingnya pembangunan berbasis data, prioritas, serta dampak yang dapat dipertanggungjawabkan.
Semangat itu sejalan dengan pesan Hari Batik Nasional: kemajuan tidak harus meninggalkan akar budaya.
Justru, budaya dapat menjadi kekuatan ketika dilestarikan sekaligus dikembangkan sesuai perkembangan zaman.
Dari kain tradisional hingga panggung internasional, batik telah melewati perjalanan panjang. Tantangan berikutnya adalah memastikan generasi muda tidak hanya mengenal batik sebagai pakaian formal, tetapi juga memahami cerita, filosofi, proses kreatif, serta nilai ekonomi yang terkandung di baliknya.
Selamat Hari Batik Nasional 2026.
Batik Indonesia mendunia. Lestarikan batik, jaga budaya bangsa.









