Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan pelaksanaan Program Desaku Maju melalui evaluasi menyeluruh terhadap capaian tahun 2025 sekaligus menyusun strategi pelaksanaan pada 2026. Evaluasi dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung.
Dalam rapat tersebut, Jihan Nurlela menegaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh program tetap berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa. Program Desaku Maju diarahkan sebagai strategi penguatan ekonomi desa melalui hilirisasi hasil pertanian, peningkatan produktivitas, serta pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu fokus utama program adalah pengembangan Pupuk Organik Cair (POC) dan optimalisasi bed dryer (mesin pengering hasil panen). Sepanjang 2025, POC telah digunakan di ratusan titik dan dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
Sementara itu, jumlah bed dryer ditargetkan bertambah menjadi 82 unit pada 2026 setelah sebelumnya dilakukan evaluasi terhadap kendala operasional dan teknis yang terjadi di lapangan.
Pemprov Lampung juga akan memperkuat sistem pengelolaan bed dryer melalui pemantauan berbasis bukti (evidence-based policy) serta mendorong pembiayaannya melalui Dana Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Di sisi lain, formulasi POC terus disempurnakan agar petani mampu memproduksinya secara mandiri melalui pendampingan sekolah lapang.
Selain sektor pertanian, pemerintah turut mengembangkan program pelatihan vokasi. Setelah menjangkau ratusan peserta pada 2025, pelatihan tahun 2026 akan difokuskan kepada 528 peserta di 33 desa.
Lulusan program ini diproyeksikan tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga mampu mendukung operasional ekosistem Desaku Maju, seperti menjadi operator maupun tenaga las mekanik.
Keberhasilan kolaborasi antarsektor telah terlihat di Desa Wonomarto, Kabupaten Lampung Utara, yang berhasil mengembangkan hilirisasi hasil panen hingga menghasilkan inovasi pakan ternak.
Berbekal pengalaman tersebut, Pemprov Lampung mengusulkan tambahan desa percontohan untuk memperluas implementasi program pada 2026.
Untuk memastikan koordinasi berjalan efektif hingga akhir periode pembangunan daerah, Pemerintah Provinsi Lampung juga membentuk Tim Koordinasi Desaku Maju 2025–2029 yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) melalui sejumlah kelompok kerja.
Melalui sinergi lintas sektor, Program Desaku Maju diharapkan mampu memperkuat kemandirian desa, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui hilirisasi, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Provinsi Lampung. (Tim)









