LAMPUNG TENGAH — Aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada sebaran abu vulkanik menjadi perhatian serius terhadap keselamatan warga satuan pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah menegaskan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring/online sebagai langkah antisipasi sekaligus upaya melindungi peserta didik dan tenaga pendidik.
Kepala Disdikbud Kabupaten Lampung Tengah, Dr. Nur Rohman, S.E., M.Sos.I., menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan siswa maupun guru harus menjadi prioritas di tengah kondisi lingkungan yang terdampak abu vulkanik.
“Keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pendidik adalah prioritas utama. Kami mengimbau seluruh satuan pendidikan di Lampung Tengah agar mematuhi surat edaran dan melaksanakan pembelajaran daring secara efektif,” tegas Nur Rohman.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 150 Tahun 2026, yang mengatur pengalihan kegiatan belajar mengajar menjadi pembelajaran daring/online bagi jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB.
Dalam ketentuan tersebut, pembelajaran daring diberlakukan mulai Senin, 7 September hingga Selasa, 8 September 2026.
Keselamatan Siswa Jadi Pertimbangan Utama
Disdikbud Lampung Tengah meminta kepala sekolah dan guru tetap menjalankan tugas selama pembelajaran dari rumah. Materi pembelajaran diharapkan tetap tersampaikan kepada siswa melalui berbagai platform digital yang tersedia.
Selain itu, kondisi lingkungan sekolah juga diminta terus dipantau. Dinas Pendidikan bersama BPBD di masing-masing wilayah diharapkan berkoordinasi dalam mengantisipasi perkembangan kondisi akibat abu vulkanik.
Langkah tersebut dinilai penting karena paparan abu vulkanik tidak hanya berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan lingkungan belajar.
Karena itu, Disdikbud mengingatkan agar siswa mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi abu vulkanik masih berpotensi mengganggu kualitas lingkungan.
Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker juga menjadi salah satu langkah perlindungan untuk mengurangi paparan partikel abu.
Sekolah Tetap Berjalan dari Rumah
Meski kegiatan tatap muka dialihkan sementara, Disdikbud Lampung Tengah menegaskan bahwa proses pendidikan tidak boleh berhenti.
Orang tua juga diharapkan ikut berperan dengan melakukan pengawasan dan pendampingan selama anak mengikuti pembelajaran dari rumah.
“Dari rumah tetap belajar” menjadi pesan utama agar kondisi lingkungan akibat abu vulkanik tidak memutus proses pendidikan.
Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk kehati-hatian pemerintah daerah dalam menempatkan keselamatan( siswa dan guru sebagai prioritas, sembari memastikan hak peserta didik untuk tetap memperoleh layanan pendidikan tetap berjalan.
“Keselamatan dijaga, pembelajaran tetap berjalan,” menjadi semangat Disdikbud Lampung Tengah menghadapi situasi tersebut.( red).









